"STILL REMEMBER ME"
Genre: Life, Drama, Romance
Cast: SEVENTEEN
Rating: PG
Length: Chapter
Author: KanataMauren17
CHAPTER 1.
Dayo berjalan diatas ubin dingin
yang berada di sekitar koridor sekolahnya. Masih sangat pagi, dan ubin yang
masih dingin karena belum mendapat kehangatan kaki dari para siswa lainnya ini
mulai menusuk kaki Dayo. Tapi dia sudah terbiasa. Datang sepagi ini, setiap
hari, tanpa ada teman, menyendiri, itulah Dayo. Anak yang terlihat dingin dan
pendiam ini sebenarnya adalah anak yang ceria dulunya sebelum kejadian itu, ya
kejadian yang menimpa dirinya hingga membuatnya kehilangan appa tercintanya dan
juga membuatz ingatannya menghilang seperti udara segar yang seketika hilang
saat kentut menerjang. Hanya beberapa org yg dapat diingatnya seperti orang t,
kakaknya dan tukang bakso langganannya *biasnya aja lupa. Parah!* . Dokter
mengatakan bahwa amnesia yang dialami dayo sedikit aneh yaitu akan terjadi
sesuatu yg ada di hatiku yg buruk dan tak dapat diprediksi apa yg akan
terjadi jika dia mengingat kembali kenangan masa lalunya. Maka sejak saat itu
dia mencoba untuk menjadi org lain dengan membuat karakter dirinya yg baru agar
lolos dari jeratan utang dia tidak teringat masa lalu dan berakhir jones
seperti yang dikatakan dokter.
----~~~TEEEETTTT....TEEEETTTT...TEEEETTTT...~~~---
Bel sekolah sudah berbunyi
saatnya semua anak masuk ke neraka kelas masing-masing. Dayo yg sudah
berada didalam kelas dari sebelum masehi yg lainnya datang duduk di
tempat duduknya di paling belakang dan paling pojok di kelasnya hanya memerhatikan
buku pelajaran yg berada di tangannya tanpa memerdulikan teman-temannya yg
mulai masuk kelas.
“hei Dayo! Sepertinya kau selalu datang pagi. Apa kau lapar?
Aku membawa sarapan rotiku tadi krn terlambat. Ini makanlah!” sapa Nanda teman
sekelasnya yg duduk didepannya.
“Aku tidak lapar. Makan saja sendiri! Jangan urusi aku!”
jawab Dayo dengan ketus.
“Hei Dayo kau PMS ya? Biasa aja! Kan Nanda berusaha bersikap
baik padamu!” kesal Mauren teman sebangku Nanda.
“Yang benar saja! Kalian berdua ini pagi-pagi sudah
menggangguku saja! Huh!” kata Dayo sambil berdiri dan menghentakan kedua
tangannya diatas meja lalu berjalan
keluar kelas.
“Apa yg salah dengannya?” tanya Nanda
“Entahlah. Eh roti itu Dayo tidak makan kan? Aku juga belum
sarapan, aku makan ya!”
“Ya! Aku menyiapkan ini untuk dayo! Pergi sana beli ramen di
kantin!”
“Jinjja! Kau ini pelit sekali pada sahabatmu yang cantik
ini. Aku sumpahin jones kau!”
***
“Kim Nanda?” absen guru matematika cantik dikelas mereka.
“Hadir, Bu!”
“Dayo? Park Dayo? Dimana dia Nanda?”
“Umm.. Aku juga tidak tau dimana dia bu, tadi dia keluar
kelas dan belum kembali lagi” jawab Nanda.
“huh anak itu! Dia memang pintar tapi cobalah hargai jam
pelajaran saya!”
“kalau begitu saya mencarinya dulu bu! Tadi saya pikir sepertinya
dia ke kamar mandi” jawab Mauren.
“tidak perlu. saya anggap dia bolos hari ini”
“jangan bu! Tadi dia belum sarapan. Bisa saja dia pusing dan
sekarang berada di UKS. Biarkan Mauren mencarinya bu!” sahut Nanda.
“iya bu! Kasihan dia!”
“baiklah kalau begitu Pali! Ulangan akan saya mulai!”
***
“Aish.. dimana dia? Ini juga udah dimana?” mauren yg sedang
mencari Dayo tidak sadar jika dia sudah sampai di sebuah bangunan tua dekat
sekolah mereka.
“Ah! Dayo! Yaampun, memang hanya anak aneh sepertimu yg
berada di tempat seperti ini. Apakah ini masih di kawasan sekolah?” teriaknya
saat melihat Dayo yg berada dalam bangunan tua itu.
“Ap-Apa yg kau lakukan disini?” tanya Dayo.
“Mwo? Justru aku yg harus bertanya sedang apa kau di tempat
seperti ini? Kau merokok ya! Huh?”
“Apa yg kau bicarakan? Tentu saja tidak! Kutanya apa yg kau
lakukan disini?!”
“Heish! Tak perlu teriak gitu! aku mencarimu! Kelas kita
ulangan, apa kau tidak mau ulangan?”
“Apakah songsaenim yg menyuruhmu mencariku?”
“anni! Dia hampir menganggapmu absen tadi di kelas. Tapi
karena aku peduli padamu jadi aku bilang buguru kalau aku akan mencari mu”
“kenapa kau lakukan itu? Kenapa kau peduli padaku?”
“aigoo! Kau banyak tanya! Aku peduli padamu karena aku ingin
berteman dengan mu. Nanda juga!”
“AKU TIDAK BUTUH TEMAN! KA-KAU PERGI SAJA! TINGGALKAN AKU
SENDIRI DISINI!”
“apa yg salah denganmu? Apa kau pikir aku dan Nanda akan
membullymu? Heih! Tenang saja kami bukan jenis teman seperti itu. Apa kau tidak
berfikir untuk mendapatkan teman? Masa-masa SMA-mu akan terbuang percuma jika
kau tidak memiliki teman! Dan sekarang di depanmu ini adalah yeoja paling
cantik, manis, baik, yah meskipun tak sepintar dirimu. Dia sangat bersedia
untuk menjadi temanmu. Oke, chingu?” yah memang kehebatan Mauren untuk memuji
dirinya sendiri sambil menunjukan aegyonya.
“yang benar saja mm~” kata Dayo yg merasa geli melihat
kelakuan yeoja sekelasnya ini. Apalagi aegyonya! Dayo tidak bisa menahan
senyumannya.
“Agghh! Kau tersenyum! Dayo kau manis sekali saat tersenyum!
Kyeopta~~ kau tersenyum kan? Aku membuatmu tersenyum!” kecentilan dan rasa
GR-nya yg overdose mulai muncul lagi.
“apa yang kau bicarakan? Kajja, kembali ke kelas! Kau bilang
tadi kita ulangan kan!” tentang Dayo yg masih menahan gelak tawanya melihat
aegyo anak korea-america itu.
Akhirnya, setelah mencari
beribu-ribu kilometer mengalahkan perjalanan Sun Go Kong mencari kitab suci,
Mauren kembali menuju kelasnya bersama Dayo. Tetapi tiba-tiba 2 yeoja ini terdiam
saat melihat penampakan yang indah lebih indah dari kali ciliwung dan sempak
abu-abu Jongkook RunningMan. Disana, di depan ruang guru berdiri 3 Namja yang
Tunggu! Bukankah mereka member Seventeen? Apa yg mereka lakukan disini?
Bukankah sekolah Dayo merupakan sekolah biasa dan bukan sekolah artis dan
chaebol seperti di drama-drama korea. Benar-benar sebuah keajaiban!
‘sepertinya aku merasa familiar dengannya? Tapi dia siapa?
Kapan kita bertemu? Apakah di masa lalu?’ batin Dayo dalam hati saat melihat
salah satu dari 3 namja yg dilihatnya.
“Ya! Dayo-ssi apa kau mendengarku?”
“ehh ya ada apa?”
“kau tidak mendengarku ya! Tampaknya mereka benar-benar
tampan sampai-sampai org sepertimu bisa bengong begitu!”
“Heh! Sembarangan saja! Aku tadi sedang berpikir alasan apa
yang harus ku berikan pada songsaenim karena terlambat masuk kelasnya. Dan
sepertinya alasanku harus benar-benar logis karena kau sendiri yang mengulur
waktu dengan tercengang sedemikian rupa hanya karena melihat mereka!”
“Hehehe Mian, aku hanya bertanya apa mereka itu benar-benar
3 member Seventeen? Yaampun, satu member saja sudah membuat siswi-siswi
menggila.. Wuah.. sekarang malah 3 lagi muncul... tunggu sampai Nanda
mengetahui hal ini! Dia akan menggila juga”
“Mana kutau mereka siapa! Apa aku peduli?!” jawab Dayo
jutek.
“Hufftt dasar! Aku sepertinya benar-benar lupa mana bisa
orang sepertimu mengenal mereka?”
‘Tapi aku
merasa benar-benar mengenal mereka’
Annyeong! gimana ffnya? gantung yah? tunggu aja chapter berikutnya. Btw, ini emang ff pertama mimin yang go public *elah* ini pun juga karena paksaan temen-temen kamvret mimin -_- jadi mohon maaf lahir batin jika ada salah kata penuturan dan hal-hal lainnya yang tidak berkenan *baca pidato* pokoknya just enjoy the ff and leave the comment ;)